BIMP EAGA
•
Berbagai Kawasan Pertumbuhan
•
KESR BIMP EAGA
§ Kawasan BIMP EAGA
§ Mekanisme Kelembagaan
§ Perjalanan Kerjasama
§ Status Pending EAGA Concerns
/ Issues
•
Sekretariat Nasional KESR
§ Lingkup
Tugas Organisasi
§ Mitra Sekretariat Nasional
BIMP-EAGA
•
Terdiri dari :
Brunei Darussalam, Indonesia (12
Propinsi:
Kalimantan Barat, Kalimantan
Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan
Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi
Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua), Malaysia (Sarawak, Sabah dan Labuan
Federal Territory), Philippines (Mindanao, Palawan).
•
Wilayah Darat : 1.54 juta km2
|
CLUSTERS
|
WORKING GROUPS
|
LEAD COUNTRY
|
|
Transport,
Infrastructure and ICT Development
|
Air Linkages
Sea Linkages
C/CM
Telecoms/ICT
HRD
|
BRUNEI
DARUSSALAM
|
|
Natural Resource
Development
|
Agro-Industry
Fisheries
Cooperation
Forestry &
Environment
Energy
HRD
|
INDONESIA
|
|
Joint Tourism
Development
|
Joint Tourism
Development
HRD
|
MALAYSIA
|
|
SME Development
|
Capital Formation
and Financial Services,
Customs,
Immigration, Quarantine and Security (CIQS)
HRD
|
PHILIPPINES
|
Cluster
n Mewakili sektor prioritas dari
kerjasama dan mekanisme utama pada tahap operasional
n Terdiri dari perwakilan Pemerintah
dan Swasta
n Termasuk Kerangka Acuan :
•
Identifikasi
peluang dan batasan pengembangan kerjasama ;
•
Merumuskan
rencana tindak untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dalam kawasan subregional
;
•
Memberikan
arahan strategis pada berbagai sektor dalam wilayah kerjasama ;
n Mekanisme untuk memperkuat kegiatan
dari koordinasi kerjasama dan konsolidasi strategi pembangunan.
n Memberikan arahan dan rumusan
strategi bagi pembangunan sektor prioritas.
n Identifikasi & memantau
pelaksanaan flagship projects.
Peran
Pemerintah : Pendorong Pertumbuhan
n Menyediakan fasilitas kerangka kerja
n Membangun infrastruktur fisik yang
memadai
n Menciptakan infrastruktur komersil
yang efektif
Peran
Swasta : Motor Penggerak Pertumbuhan
n Mengidentifikasi dan memanfaatkan
peluang perdagangan dan investasi
n Aktif berpartisipasi dalam merumuskan
kebijakan.
Pertemuan
Tingkat Pejabat Senior dan Tingkat Menteri (SO/MM)
n Mekanisme pokok untuk konsultasi di
antara negara-negara anggota
n Memberikan arahan strategis dan
pedoman pengembangan kerjasama
n Menggambarkan perhatian Pemerintah
Pusat sampai dengan Kebutuhan Pembangunan di wilayah kerjasama
n Pertukaran kepemimpinan di antara
keempat negara anggota
n Mengadakan pertemuan secara formal
paling sedikit setahun sekali dan secara informal sebanyak yang dibutuhkan
BIMP EAGA
Business Council (BEBC)
n Organisasi resmi dan perwakilan
suara dari sektor swasta BIMP-EAGA
n Diberikan status sebagai “5th
Country” pada SO/MM tahun 1997
n Berbasis luas dan terbuka bagi
keanggotaan yang berfokus pada UKM
n Kompetensi Utama : memberikan advocacy
kebijakan, perdagangan dan promosi investasi, jasa pengembangan usaha dan pusat
informasi
BIMP
Facilitation Center (BIMP-FC)
n Memperkuat koordinasi diantara
Seknas, Pokja, Clusters dan BEBC
n Meningkatkan fasilitas dan
pelaksanaan prioritas dan/atau flagship projects
n Memperbaiki pemantauan proyek-proyek
dan kesepakatan kerjasama
n Memberikan kerangka kerja
kelembagaan untuk mendukung kegiatan sektor swasta.
n Mulai beroperasi pada tanggal 19
Agustus 2003 di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
n Masih dibiayai oleh Federal
Government of Malaysia dan State Government of Sabah
PERJALANAN
KESR BIMP EAGA
|
Keuntungan Awal
(1994-1997)
|
Kemunduran
|
Upaya Revitalisasi
|
|
Pembangunan
sektor Transportasi
Telekomunikasi
Pariwisata
|
1997
Krisis Keuangan Asia 1998 Fenomena Cuaca / Lingkungan El Nino dan La Nina Pergantian
Pimpinan Politik Muncul kerisauan tentang keamanan Menyusutnya minat keikutsertaan
diantara Negara Anggota
|
Lebih
memperhatikan
Struktur
Kelembagaan dan Mekanismenya.
Memperkuat
Arah dan
Strategi
Pembangunan
Melembagakan flagship
projects
|
Status of Pending EAGA Concerns / Issues
- EAGA Priority Projects
- Transport Ministers Meeting
- Assistance to EAGA Private Sector
- Strengthening of EAGA Coordination
- Strengthening of BEBC
- Strengthening of EAGA Relations with ASEAN Bodies
- Strengthening of EAGA Relations with Development Partners
- EAGA Roadmap to Development
- ADB Technical Assistance
- GTZ Technical Assistance
- Guidelines on Non-Member Participation and TA’s
Status of Pending EAGA Concerns / Issues
1. EAGA Priority Projects
2. Transport Ministers Meeting
3. Assistance to EAGA Private Sector
4. Strengthening of EAGA Coordination
5. Strengthening of BEBC
6. Strengthening of EAGA Relations with ASEAN Bodies
7. Strengthening of EAGA Relations with Development Partners
8. EAGA Roadmap to Development
9. ADB Technical Assistance
10. GTZ Technical Assistance
11. Guidelines on Non-Member Participation and TA’s
SEKRETARIAT NASIONAL KESR
OPERASIONALISASI
KEPPRES RI NO. 13 TAHUN 2001 TENTANG
TIM KOORDINASI KERJASAMA EKONOMI SUB REGIONAL
Tim
Sekretariat Nasional KESR (1/2)
n Dibentuk berdasarkan SK Deputi
Bidang Koordinasi Peningkatan Investasi dan Kemitraan Publik dan Swasta No.
01/K.D.VI/2004 pada Januari 2004.
n Struktur Organisasi
|
Pengarah
|
:
|
1 Orang Ketua
3 Orang Anggota
|
|
Pelaksana
|
:
|
1 Orang Ketua
1 Orang Sekretaris
10 Orang Anggota
|
|
Administrasi
|
:
|
5 Orang
|
Tim Sekretariat Nasional KESR (2/2)
n Tugas :
1. Menyiapkan bahan-bahan dan informasi
yang dibutuhkan Tim Koordinasi KESR
2. Memantau dan mensosialisasikan
berbagai hasil keputusan yang telah disepakati dalam pertemuan Tim Teknis,
Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi dan Pertemuan Tingkat Menteri kepada Dunia
Usaha, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait lainnya.
3. Menkoordinir Delegasi RI dalam
pertemuan KESR baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun yang di luar
negeri.
4. Menyelenggarakan Pertemuan Tingkat
Pejabat Senior / Tingkat Menteri dalam rangka Kerjasama Segitiga Pertumbuhan
Indonesia-Malaysia-Thailand, Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Singapura,
Wilayah Pertumbuhan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippine dan Wilayah
Pengembangan Indonesia-Australia.
5. Melaporkan berbagai hasil pertemuan
dalam kerangka KESR kepada Tim Koordinasi.
6. Mengajukan saran pertimbangan kepada
Tim Koordinasi bagi pengembangan KESR
n Pembiayaan :
1. Dibebankan kepada Anggaran
Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian dan dana dari pihak-hak lain yang
tidak mengikat dan pelaksanaannya dilakkukan sesuai dengan ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
Sekretariat
Nasional
n Sebagai focal point,
pertukaran informasi dan koordinasi dari masing-masing Negara anggota BIMP-EAGA
untuk beberapa inisiatif dan program.
n Memastikan inisiatif dari tiap
Negara yang diwakilinya dapat dipertahankan secara berkelanjutan.
n Menyediakan dukungan teknis dan
administratif bagi para Pejabat Senior dan Para Menteri.
MITRA
SEKRETARIAT NASIONAL
NEGARA ANGGOTA
|
ALAMAT
|
Brunei Darussalam
|
BIMP EAGA Unit
Ministry of Industry and Primary Resources
|
Indonesia
|
Coordinating Ministry for Economic Affairs
|
Malaysia
|
Economic Planning Unit
Prime Minister’s Department
|
Philippines
|
Mindanao Economic Development Council
Office of the President
|
BIMP EAGA Business Council
|
Sabah Trade Centre
Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia
|
BIMP Facilitation Centre
|
Sabah Trade Centre
Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia
|
Harrah's Philadelphia Casino and Racetrack
ReplyDeleteHarrah's Philadelphia Casino and Racetrack. Chester, PA. 18,000. U.S.A. News. 익산 출장마사지 The casino has 안산 출장샵 three hotels and two hotel 파주 출장샵 towers: 전라북도 출장샵 one on the Quil 목포 출장샵 Ceda,