Dalam penyusunan skripsi mahasiswa diminta untuk membuat
outline sebagai dasar pembuatan Skripsi itu sendiri. Apabila outline tersebut
ditolak oleh dosen, maka Mahasiswa wajib untuk mengganti judul pada Skripsi
yang akan dibuat. Outline merupakan kerangka pikir Mahasiswa dalam menyusun
Skripsi yang terdiri dari latar belakang, Batasan masalah, Rumusan masalah,
tujuan penelitian, Manfaat penelitian dan Hipotesis penelitian serta Daftar
Pustaka. Berikut dibawah ini merupakan contoh Outline dengan judul Skripsi
"PENGARUH KOMUNIKASI PEMERINTAH
TERHADAP EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM ALOKASI DANA DESA DI DESA PALOAN
KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK".
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Di
indonesia, istilah desa adalah pembagian daerah administratif di bawah
kecamatan, yang dipimpin oleh kepala desa. Desa memiliki pemerintahannya
sendiri berbeda dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota
merupakan perangkat daerah, dan oleh sebab itu desa bukan merupakan bagian dari
perangkat daerah. Menurut Peraturan nomor 72 tahun 2005, desa merupakan kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk
mengatur kepentingan setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat
yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Di
kabupaten landak sendiri, masih banyak tergolong desa yang sangat tertinggal.
Padahal desa merupakan penggerak pembangunan di daerah, karena dapat langsung
menyentuh masyarakat yang tinggal di pedalaman di daerah. Sehingga upaya-upaya
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat lebih mudah, tinggal
bagaimana program dan komunikasi pemerintah desa kepada masyarakat dapat
terealisasi dengan baik.
Berdasarkan
hasil pengamatan penulis, melihat masih banyaknya desa di kabupaten landak yang
tergolong kedalam desa sangat tertinggal. Penulis mengambil studi kasus di desa
paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak. Karena melihat masih minimnya
tindakan kepala desa untuk membina hubungan kepada masyarakatnya.
Sebagai pemimpin desa lebih bijaksana
apabila dapat memberikan informasi tentang berbagai hal kepada masyarakatnya.
Jadi, dengan adanya komunikasi yang baik antara aparatur pemerintah desa dengan
masyarakatnya dapat bersama-sama berusaha dalam mencapai tujuan bersama.
Partisipasi masyarakat sangat penting bagi pembangunan, sebagaimana yang di
katakan oleh Canter (dalam arimbi 1993:1) mendefinisikan partisipasi masyarakat
feed-forward information and feedback information. Yaitu, partisipasi
masyarakat sebagai proses komunikasi dua arah yang terus menurus, bahwa
partisipasi masyarakat merupakan komunikasi antara pihak pemerintah sebagai
pembuat kebijakan dan masyarakat sebagai pihak yang merasakan dampak langsung
dari kebijakan tersebut. Sehingga dengan komunikasi dua arah antara pihak
pemerintah desa dengan masyarakat dapat bersama-sama membangun desa di berbagai
sektor.
Dari
data pemerintah kabupaten landak tahun 2012, dari sebanyak 156 desa yang ada di
kabupaten itu, diantaranya sebanyak 64 desa terkategori sangat tertinggal, 65
desa tertinggal, 19 desa maju, 8 desa kategori sangat maju. Jadi, diharapkan
dengan adanya peran dari penyelenggara pemerintah desa dengan membina hubungan
yang baik kepada masyarakat sehingga dapat membuat masyarakat ikut
berpartisipasi untuk mempercepat pembangunan. Sehingga diharapkan bisa
memperbaiki infrastruktur desa yang bermanfaat bagi peningkatan gerak
pembangunan dan perekonomian desa.
Alokasi
Dana Desa (ADD) tahun 2012 bagi Desa Paloan sebesar Rp. 168 juta, tetapi masih
banyak digunakan membayar honor, mulai dari kepala desa, ketua rukun tetangga,
PKK, dan pengurus Posyandu dengan besaran yang berbeda. Sehingga besaran ADD
yang diterima hanya cukup untuk membayar honor, dan belum sampai menyentuh
untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan secara langsung, (ANTARA Kalbar
Kabupaten Landak, minggu 12 agustus 2012).
Penelitian
ini mengamati komunikasi penyelenggara pemerintah desa terhadap partisipasi masyarakat dalam percepatan
pembangunan di desa senakin kecamatan sengah temila kabupaten landak. Latar
belakang penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penilaian masyarakat tentang
komunikasi pemerintah desa dan pengaruhnya terhadap program percepatan
pembangunan yang dirasakan masyarakat. Hal ini sangat penting di lakukan agar
bisa menjadi salah satu pembenahan kinerja pemerintah.
Komunikasi
pemerintah desa ini pada akhirnya dapat memberikan beberapa manfaat,
diantaranya membina hubungan yang baik antara pihak pemerintah sebagai pembuat
kebijakan dan masyarakat sebagai pihak yang merasakan dampak langsung dari
kebijakan tersebut.
Oleh karena itu, aparatur pemerintah
desa paloan diharapkan mampu selalu konsisten pada perannya, terutama menjalin
hubungan yang baik dengan cara komunikasi yang benar kepada masyarakat. Dari
uraian diatas, guna dapat di teliti lebih dalam dan mendasar sudut pandang komunikasi pemerintah desa danprogram
percepatanpembangunan, maka perlu membuat judul “pengaruh komunikasi pemerintah
desa terhadap efektivitas program percepatan pembangunan
di desa paloan kecamatan sengah paloan kabupaten landak”
1.2. BatasanMasalah
Untuk mengarahkan pembahasan dalam tugas akhir ini agar tidak menyimpang dari sasaran yang
ingin dituju, maka perlu membuat batasan ruang lingkup permasalahan. Sebagai pembatasan masalah ini adalah hanya terbatas pada analisa untuk mengetahui pengaruh antara komunikasi pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana
desa di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak.
Dari latar belakang dan pembahasan
yang ada, maka rumusan masalah dari peneliti, yaitu apakah ada pengaruh komunikasi
pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana
desa di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak?
1.4. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana
desadi desa Paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak.
1.5. Manfaat Penelitian
1.
Manfaat praktis
Bagi instansi pemerintah khususnya dinas bersangkutan
yang berkelut pada pemerintahan desa dapat mengetahui cara komunikasi yang baik agar dapat membina hubungan terhadap masyarakat. Dan jika komunikasi berkorelasi positif terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan maka instansi dapat mengambil kebijakan untuk lebih intensif dalam membina hubungan agar kelak menjadi keterpaduan untuk meningkatkan hasil kerja yang
maksimal. Jika tidak memberikan kontribusi positif, maka harus dilakukan peninjauan ulang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya mencari solusi baru dalam mengoptimalkan komunikasi pemeritahan.
2.
Manfaat teoritis
Bagi kalangan akademisi, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dalam pengembangan ilmu,
khususnya disiplin ilmu komunikasi pemerintahan
desa dan efektivitas kerja dalam pembangunan.
1.6. Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hipotesis dua arah yaitu Hipotesis alternative dan hipotesis Nol. Hipotesis benar jika Hipotesis alternative (Ha) terbukti kebenarannya.
Ha :adanya pengaruh antara komunikasi pemerintah desa terhadap efektivitas program alokasi dana
desadi desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak
Ho :Tidak ada pengaruh antara landak komunikasi
pemerintah desa terhadap efektivitas program alokasi dana desa di desa paloan kecamatan
sengah temila kabupaten landak
Daftar Pustaka
Arafat, Yasir. Undang-UndangDasarRepublik Indonesia 1945.
Jakarta: Permata Press.
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 18
tahun 2009 tentang Tata cara dan proses perizinan penyelenggaraan penyiaran
oleh pemerintah daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota
Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang desa
Abidin, Zaenal. 20Agustus 2012. Percepatan Pembangunan Desa di Landak Melalui ADD, http://www.antarakalbar.com/,
diakses31Januari 2013.
No comments:
Post a Comment