Thursday, March 10, 2016

Membuat Outline Skripsi

Dalam penyusunan skripsi mahasiswa diminta untuk membuat outline sebagai dasar pembuatan Skripsi itu sendiri. Apabila outline tersebut ditolak oleh dosen, maka Mahasiswa wajib untuk mengganti judul pada Skripsi yang akan dibuat. Outline merupakan kerangka pikir Mahasiswa dalam menyusun Skripsi yang terdiri dari latar belakang, Batasan masalah, Rumusan masalah, tujuan penelitian, Manfaat penelitian dan Hipotesis penelitian serta Daftar Pustaka. Berikut dibawah ini merupakan contoh Outline dengan judul Skripsi "PENGARUH KOMUNIKASI PEMERINTAH TERHADAP EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM ALOKASI DANA DESA DI DESA PALOAN KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK".



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Di indonesia, istilah desa adalah pembagian daerah administratif di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh kepala desa. Desa memiliki pemerintahannya sendiri berbeda dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota merupakan perangkat daerah, dan oleh sebab itu desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Menurut Peraturan nomor 72 tahun 2005, desa merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur kepentingan setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
            Di kabupaten landak sendiri, masih banyak tergolong desa yang sangat tertinggal. Padahal desa merupakan penggerak pembangunan di daerah, karena dapat langsung menyentuh masyarakat yang tinggal di pedalaman di daerah. Sehingga upaya-upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat lebih mudah, tinggal bagaimana program dan komunikasi pemerintah desa kepada masyarakat dapat terealisasi dengan baik.
            Berdasarkan hasil pengamatan penulis, melihat masih banyaknya desa di kabupaten landak yang tergolong kedalam desa sangat tertinggal. Penulis mengambil studi kasus di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak. Karena melihat masih minimnya tindakan kepala desa untuk membina hubungan kepada masyarakatnya.
Sebagai pemimpin desa lebih bijaksana apabila dapat memberikan informasi tentang berbagai hal kepada masyarakatnya. Jadi, dengan adanya komunikasi yang baik antara aparatur pemerintah desa dengan masyarakatnya dapat bersama-sama berusaha dalam mencapai tujuan bersama. Partisipasi masyarakat sangat penting bagi pembangunan, sebagaimana yang di katakan oleh Canter (dalam arimbi 1993:1) mendefinisikan partisipasi masyarakat feed-forward information and feedback information. Yaitu, partisipasi masyarakat sebagai proses komunikasi dua arah yang terus menurus, bahwa partisipasi masyarakat merupakan komunikasi antara pihak pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan masyarakat sebagai pihak yang merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut. Sehingga dengan komunikasi dua arah antara pihak pemerintah desa dengan masyarakat dapat bersama-sama membangun desa di berbagai sektor.
            Dari data pemerintah kabupaten landak tahun 2012, dari sebanyak 156 desa yang ada di kabupaten itu, diantaranya sebanyak 64 desa terkategori sangat tertinggal, 65 desa tertinggal, 19 desa maju, 8 desa kategori sangat maju. Jadi, diharapkan dengan adanya peran dari penyelenggara pemerintah desa dengan membina hubungan yang baik kepada masyarakat sehingga dapat membuat masyarakat ikut berpartisipasi untuk mempercepat pembangunan. Sehingga diharapkan bisa memperbaiki infrastruktur desa yang bermanfaat bagi peningkatan gerak pembangunan dan perekonomian desa.
            Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2012 bagi Desa Paloan sebesar Rp. 168 juta, tetapi masih banyak digunakan membayar honor, mulai dari kepala desa, ketua rukun tetangga, PKK, dan pengurus Posyandu dengan besaran yang berbeda. Sehingga besaran ADD yang diterima hanya cukup untuk membayar honor, dan belum sampai menyentuh untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan secara langsung, (ANTARA Kalbar Kabupaten Landak, minggu 12 agustus 2012).
            Penelitian ini mengamati komunikasi penyelenggara pemerintah desa terhadap  partisipasi masyarakat dalam percepatan pembangunan di desa senakin kecamatan sengah temila kabupaten landak. Latar belakang penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penilaian masyarakat tentang komunikasi pemerintah desa dan pengaruhnya terhadap program percepatan pembangunan yang dirasakan masyarakat. Hal ini sangat penting di lakukan agar bisa menjadi salah satu pembenahan kinerja pemerintah.
            Komunikasi pemerintah desa ini pada akhirnya dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya membina hubungan yang baik antara pihak pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan masyarakat sebagai pihak yang merasakan dampak langsung dari kebijakan tersebut.
Oleh karena itu, aparatur pemerintah desa paloan diharapkan mampu selalu konsisten pada perannya, terutama menjalin hubungan yang baik dengan cara komunikasi yang benar kepada masyarakat. Dari uraian diatas, guna dapat di teliti lebih dalam dan mendasar sudut pandang komunikasi pemerintah desa danprogram percepatanpembangunan, maka perlu membuat judul “pengaruh komunikasi pemerintah desa terhadap efektivitas program percepatan pembangunan di desa paloan kecamatan sengah paloan kabupaten landak
1.2. BatasanMasalah
Untuk mengarahkan pembahasan dalam tugas akhir ini agar tidak menyimpang dari sasaran yang ingin dituju, maka perlu membuat batasan ruang lingkup permasalahan. Sebagai pembatasan masalah ini adalah hanya terbatas pada analisa untuk mengetahui pengaruh antara komunikasi pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana desa di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak.
1.3. Rumusan Permasalahan
            Dari latar belakang dan pembahasan yang ada, maka rumusan masalah dari peneliti, yaitu apakah ada pengaruh komunikasi pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana desa di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak?

1.4.  Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh komunikasi pemerintah terhadap efektivitas program alokasi dana desadi desa Paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak.

1.5. Manfaat Penelitian
1.                  Manfaat praktis
            Bagi instansi pemerintah khususnya dinas bersangkutan yang berkelut pada pemerintahan desa dapat mengetahui cara komunikasi yang baik agar dapat membina hubungan terhadap masyarakat. Dan jika komunikasi berkorelasi positif terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan maka instansi dapat mengambil kebijakan untuk lebih intensif dalam membina hubungan agar kelak menjadi keterpaduan untuk meningkatkan hasil kerja yang maksimal. Jika tidak memberikan kontribusi positif, maka harus dilakukan peninjauan ulang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya mencari solusi baru dalam mengoptimalkan komunikasi pemeritahan.
2.      Manfaat teoritis
Bagi kalangan akademisi, penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dalam pengembangan ilmu, khususnya disiplin ilmu komunikasi pemerintahan desa dan efektivitas kerja dalam pembangunan.

1.6.  Hipotesis Penelitian
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari hipotesis dua arah yaitu Hipotesis alternative dan hipotesis Nol. Hipotesis benar jika Hipotesis alternative (Ha) terbukti kebenarannya.
Ha :adanya pengaruh antara komunikasi pemerintah desa terhadap efektivitas program alokasi dana desadi desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak

Ho :Tidak ada pengaruh antara landak komunikasi pemerintah desa terhadap efektivitas program alokasi dana desa di desa paloan kecamatan sengah temila kabupaten landak


Daftar Pustaka

Arafat, Yasir. Undang-UndangDasarRepublik Indonesia 1945. Jakarta: Permata Press.
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2009 tentang Tata cara dan proses perizinan penyelenggaraan penyiaran oleh pemerintah daerah provinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota
Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang desa
Abidin, Zaenal. 20Agustus 2012. Percepatan Pembangunan Desa di Landak Melalui ADD, http://www.antarakalbar.com/, diakses31Januari 2013.

No comments:

Post a Comment