Indonesia yang memiliki pulau 17.508
dengan garis pantai 54.716 km serta memiliki luas daratan 1,9 juta km
dan luas lautan 7,9 km dengan beragam-ragam sub-etnik didalamnya
yaitu lebih dari 300 macam etnik yang keseluruhan jumalh penduduknya
saat ini kurang lebih 241
juta jiwa
orang dengan laju persentase pertumbuhan penduduknya yaitu 1,49
persen (data tahun 2011).
Padahal kalau dilihat dengan kasat mata
Indonesia memeiliki banyak kelebihan apalagi ditambah dengan
banyaknya potensi Sumber Daya Alam (SDM). Tetapi kenyataannya, bahwa
Indonesia belum sanggup untuk menggunakan kesemuanya itu dengan baik.
Pemerintahan Indonesia harusnya memiliki pemikiran yang bagus untuk
masa depan Indonesia, jangan hanya mementingkan diri-sendiri dan
bergaya hidup hedonisme. Para Pejabat pemerintah tingkat atas atau
pejabat yang berada di pusat sudah tentu memiliki kualitas yang
terbaik oleh sebab itu ia di pilih dan di percaya oleh rakyatnya
untuk membangun Indonesia. Lantas, daripada itu semua apa yang
sebenarnya menjadi kendala bangsa Indonesia ini untuk menuju kearah
yang lebih maju???
Kalau dilihat dari mental bangsa
Indonesia itu sendiri yang begitu lemah, masyarakat memang memiliki
budaya yang malas, acuh tak acuh, tidak perdulian, tidak bersemangat,
KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) yang sering terjadi di kalangan
pejabat), dan bla bla bla bla (masih banyak lagi lainnya). Bangsa
Indonesia cepat atau lambat akan sangat jauh tertinggal dari bangsa
lain, kalau masih saja terus-terusan seperti ini.
Apabila para pemimpinnya saja terus
keenakan menikmati hasil daripada Korupsi dan memfoya-foyakannya demi
suatu kesenangan pribadi, Indonesia yang telah di banggun oleh
pahlawan kita terdahulu akan menjadi sia-sia. Pemimpin tersebut
hendaknya terus diawasi ketat, sebagai petugas yang mengawasinya
jangan pulak ikut berkecimpung didalamnya yaitu sama-sama menikmati
hasil korupsi itu. Kalau begitu tidak akan ada penegak hukum yang
adil dan jujur untuk membasmi virus-virus tersebut, maka korupsi akan
terus membudaya di tanah air tercinta kita.
Apakah budaya malu sudah di telan oleh
budaya korupsi itu sendiri ????
Bagaimana rakyat dapat merasa
sejahtera, sedangkan pemimpinnya asik-asikkan menikmati Uang hasil
pemalakan???

No comments:
Post a Comment